Anatomi Tumbuhan Kapuk

Wednesday, October 28th, 2015 - Biologi
anatomi tumbuhan kapuk

anatomi tumbuhan kapuk

Anatomi Tumbuhan Kapuk – Pohon randu sering juga disebut kapuk randu. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia (Ensiklopedia Bebas) bahwa randu termasuk kerajaan: Plantae, divisi: Magnoliophyta, kelas: Magnoliopsida, Ordo: Malvales, famili: Malvaceae (Bombacaceae), genus: Ceiba, spesies: C. pentandra.

Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat memiliki batang pohon yang cukup besar hingga mencapai diameter 3 m.

Akar

Akar menyebar horizontal, panjang 10 m atau lebih, di permukaan atas tanah 40 – 80 cm.

Batang

Warna batang hijau tua, diameter batang mencapai 30 cm dan tinggi batang mencapai 50 m,dan berduri.

Daun.

Berdaun majemuk, menjari, beranak tujuh (septemfolioatus). Daunnya memiliki sifat yaitu bangun daunnya (circumscription) berbentuk memanjang (oblongus). Daging daun (intervenium) bersifat seperti kertas (popyraceus). Susunan tulang – tulang (nervatio) berbentuk bertulang menyirip (penninervis). Tepi daun (margo) berbentuk rata (interger). Ujung daun (apex) bersifat meruncing (acuminetus). Pangkal daun (basis) berbentuk meruncing. Permukaan daunnya bersifat licin suram (laevis apacus), sedangkan pada duduk daunnya tersebar (folia sparsa).

Kapas

Kapas adalah sebuah serat lembut yang tumbuh di sekitar biji tanaman kapas. Serat ini kemudian digulung menjadi benang dan digunakan untuk membuat tekstil halus. Kapas merupakan tanaman yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat kasar hilang dalam pemrosesan.

Ketika lilin, protein, dll disingkirkan, sisanya adalah polimer alami dari selulosa murni. Selulosa ini teratur sedemikian rupa sehingga memberikan sifat kekuatan, durabilitas, daya serap yang unik.

Anatomi Tumbuhan Kapuk

Anatomi Tumbuhan Kapuk | admin | 4.5