Ibu Hamil dengan Hipertensi

Wednesday, November 11th, 2015 - Women
Ibu Hamil dengan Hipertensi

hipertensi ibu hamil darah tinggi

Ibu Hamil dengan Hipertensi obat hipertensi untuk ibu hamil – Resiko Hipertensi pada ibu hamil banyak kembangannya dan dapat memicu berbagai komplikasi. Hampir semua organ bisa terkena komplikasi dan yang paling gampang adalah pembuluh darah di otak. Untuk preeklamsia berat, diperlukan perawatan dan pemantauan di rumah sakit.

Biasanya ibu hamil akan menjalani pengobatan untuk menurunkan tekanan darah dan mungkin akan menjalani induksi atau operasi caesar tergantung bagaimana tubuh merespon obat-obatan yang diberikan, keadaan rahim dan usia kehamilan pada saat itu.

Ibu Hamil dengan Hipertensi atau darah tinggi
Hipertensi pada ibu hamil dengan tekanan darah tinggi / hipertensi dapat mengalami risiko yang mungkin terjadi

Kebutaan
Preeklamsia dapat memicu gangguan pada pembuluh darah di mata. Bahkan menurut Aria, pembuluh darah mata di retina bisa pecah sehingga memicu kebutaan. Tapi lanjutnya, pada kondisi yang ringan seperti misalnya pembengkakan pada otak yang mengenai saraf mata, hal ini hanya membuat pasien buta sementara.
“Karena adanya pembengkakan pada saraf mata di otak, dia mungkin tidak bisa lihat untuk sementara waktu. Tapi kalau sudah tidak bengkak dia bisa melihat lagi. Jadi tergantung seberapa beratnya,” kata Aria.

Berkurangnya aliran darah ke plasenta
Risiko yang mungkin dialami pada ibu hamil dengan hipertensi adalah kurangnya pasokan aliran darah, oksigen dan nutrisi ke bayi. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan bayi dan meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah.

Penyakit kardiovaskuler di masa depan
Wanita yang mengalami preeklamsia (ditandai dengan tingginya tekanan darah dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan) – berisiko mengalami peningkatan penyakit kardiovaskular di kemudian hari, meskipun fakta menunjukkan bahwa tekanan darah akan kembali normal setelah melahirkan.

Memasuki usia 40-50 tahun, sebanyak 25-30 persen kasus hipertensi pada ibu hamil akan mengalami masalah kardiovaskuler. Mereka harus merubah pola hidup karena risikonya cukup besar

Plasenta abrupsio (plasenta lepas sebelum waktunya)
Pada beberapa kasus ibu hamil dengan hipertensi, plasenta dapat terlepas sebelum waktunya dan terpisah dari rahim. Abrupsio plasenta akan menghentikan pasokan oksigen ke bayi dan menyebabkan perdarahan yang berat pada ibu. “Risikonya adalah kematian pada janin,” papar Aria.

Kelahiran prematur
Untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya yang mungkin bisa mengancam nyawa ibu atau bayi, tidak jarang masa kehamilan dipercepat sebelum waktunya sehingga bayi berisiko lahir secara prematur.

Ibu Hamil dengan Hipertensi

Ibu Hamil dengan Hipertensi | admin | 4.5