Morfologi Rambutan

Monday, July 4th, 2016 - Biologi
morfologi rambutan

morfologi rambutan

Morfologi Rambutan – Akar Rambutan

Struktur morfologi akar rambutan terdiri dari batang akar, rambut akar, ujung akar, dan tudaung akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral . Ujung akar, sebagai daerah meristematik yang sel-selnya selalu aktif membelah . Kaliptra / Tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan mekanis ketika menembus tanah

Batang rambutan

Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan bersemi (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.

  • Batang berkayu
  • umumnya batang keras
  • terdapat jaringan kayu
  • berwarna coklat
  • terdapat lentisel
  • ukuran besar
  • umurnya relatif panjang

Daun Rambutan

Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering.

Struktur Morfologi

  • Daun majemuk menyirip dengan 5 hingga 9 anak daun . Berbentuk bulat telur .Helaian anak daun bulat lonjong
  • Panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm
  • Ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering

Bunga Rambutan

Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.

Buah rambutan

Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari.

Morfologi Rambutan

Morfologi Rambutan | admin | 4.5